UPDATE BESAR DREADOUT 2 : Makin Seru Dengan Konten Baru

Berhasil meraih popularitas tinggi sebagai salah satu game horror indie yang sukses di pasaran, DreadOut telah berkembang menjadi franchise andalan Digital Happiness yang sekarang sudah memiliki basis fans yang cukup besar. Pasca rilisnya sekuel terbaru yang berjudul DreadOut 2, popularitas franchise ini juga semakin meningkat dan bahkan sukses meraih pendapatan hingga puluhan miliar rupiah.

Meskipun resepsi yang didapatkan seri keduanya kurang begitu maksimal saat awal rilis, namun pihak Digital Happiness masih terus memberikan dukungan untuk membuat game ini menjadi lebih baik. Salah satu yang mereka lakukan tentu saja adalah merilis update terbaru untuk gamenya, dan kebetulan DreadOut 2 sudah mendapatkan rilis update baru yang hadir dengan banyak konten tambahan.

Jadi rilis update kali ini menawarkan konten cerita baru dimana kamu bisa mendapatkan ending berbeda, yang tentunya memang dibutuhkan game ini mengingat bagaimana ending normal di DreadOut 2 memang terasa cukup menggantung dan misterius. Selain itu ada juga fitur tambahan, kostum baru, serta varian boss baru yang bisa kamu lawan. Tidak ketinggalan pemain juga bisa mendapatkan satu konten bonus yaitu komik digital DreadOut: The Untolds.

Penasaran dengan gamenya? DreadOut 2 saat ini sudah tersedia dan bisa kamu unduh langsung di PC. Kebetulan gamenya juga mendapat potongan diskon 50% yang membuat harganya menjadi lebih terjangkau di IDR 54.499, jadi ini pastinya adalah saat yang tepat untuk mendapatkan game ini bagi gamers bonus288 yang masih belum sempat.

Pada sekuelnya kali ini, Dreadout 2 tetap akan menghadirkan nuansa Indonesia. Namun, jika pada seri pertama karakter utama Linda hanya memiliki mode memotret hantu layaknya Fatal Frame, kini game ini diberikan improvisasi dengan hadirnya mode survival dan beberapa fitur terbaru. Bonus288 pun telah selesai menamatkan game ini, jadi simak langsung yuk review dari game Dreadout 2.

Peningkatan kualitas grafis yang cukup mentereng


Sumber: Dok. KotakGame
Sebelumnya, Dreadout dibuat dengan engine Unity 3D, tapi pada sekuelnya ini Digital Happiness mencoba meningkatkan kualitas grafis dengan menggunakan engine dari Unreal Engine. Hasilnya, kualitas grafis pun meningkat drastis dan cukup detail meski tidak setara dengan game horor buatan publisher besar seperti Resident Evil 2 Remake ataupun The Last of Us.


Sumber: Dok. KotakGame
Kemudian desain dari latar juga dibuat dengan sangat detail ala Indonesia, seperti gedung sekolah, jalanan kota di Bandung, bangunan toko, rumah kos, tukang dagangan, pasar, pedesaan, semuanya dibuat dengan sangat pas. Meski ada beberapa animasi yang terlihat aneh, seperti saat Linda terbangun dari tidur dan menampilkan pergerakan yang kasar dan aneh.


Sumber: Dok. KotakGame
Kemudian desain dari hantu juga semakin bervariasi, seperti hadirnya setan-setan yang memang tampaknya asli buatan dari Digital Happiness tanpa mengikuti budaya dari Indonesia, dan bahkan terlihat seperti monster yang ada di game Silent Hill dan Outlast. Tapi, setan asli Indonesia sendiri juga tetap mendapatkan tempat dengan hadirnya Genderuwo yang sangat besar, Buto Ijo dan Harimau putih yang memang kental dengan mitos-mitos yang ada di Indonesia.

Penuh komedi satir dan kritik sosial yang ‘ngena’ banget


Sumber: Dok. KotakGame
Dreadout 2 kali ini bisa dibilang adalah kreativitas yang ditingkatkan dengan sangat brilian, di mana Digital Happiness berhasil menyematkan banyak komedi satir yang bikin kita tertawa terbahak-bahak dan kritik sosial dengan penggambaran para NPC yang sangat pas dengan kebiasaan masyarakat di Indonesia, padahal ini adalah game horor, bukan game dengan bobot cerita berat seperti Death Stranding ataupun 1979 Black Revolution.


Sumber: Dok. KotakGame
Lewat beberapa poster iklan bertebaran di sepanjang Kota Maung diisi dengan tema komedi satir. Bahkan, tak hanya poster, tapi juga beberapa spanduk pedagang yang menu makanannya dibuat dengan sangat kocak serta plesetan beberapa merk yang bisa kita screenshoot lalu bisa dibuat menjadi meme untuk diunggah di sosial media.


Sumber: Dok. KotakGame
Kemudian kritik sosial juga sangat kental hadir di dalam Dreadout 2 ini, bahkan Digital Happiness benar-benar berhasil menghadirkan rasa miris sekaligus lucu ketika kita melihat kebiasaan para NPC. Seperti kos-kosan kumuh yang berharga mahal, ibu kos galak yang memakai banyak roll rambut serta merokok, kemudian ada adegan dua kendaraan yang saling tak mau mengalah saat lewat gang sempit, tampilan sungai yang penuh dengan sampah tapi tetap ada orang yang memancing, mobil yang parkir di tempat dilarang parkir, ojek online yang kabur saat melihat opang dan banyak lagi lainnya, begitu dikemas dengan sangat rapih dan jenius.

Mode semi open world yang menyenangkan


Sumber: Dok. KotakGame
Ya, yang sangat mencolok dari Dreadout dan Dreadout 2 adalah hadirnya mode semi-open world. Jadi, saat kita tidak sedang menjalankan misi, kita bisa berkeliling di antara Sekolah Arwana, Kota Maung dan Rumah Sakit. Kita bisa menikmati berkeliling Sekolah Arwana yang sangat seru dengan kegiatan belajar mengajar, kebiasaan para siswa yang memiliki circle masing-masing dan keributan antar siswa, meski hanya beberapa lokasi yang bisa gamers bonus288 akses.


Sumber: Dok. KotakGame
Kemudian ada Kota Maung tempat tinggal Linda di sebuah kos-kosan. Kamu pun bisa mengitari kos-kosan kamu, lalu ke kota yang penuh dengan orang, pasar yang juga penuh dengan pedagang yang sangat khas layaknya pedagang pinggiran yang ada di Indonesia. Kamu juga bisa berpindah dari siang ke malam untuk melihat suasana yang baru.


Sumber: Dok. KotakGame
Menariknya, suasana yang lainnya juga bisa kamu dapatkan dari tiap map saat kamu menjalankan misi yang terkait dengan daerah tersebut. Seperti saat seluruh kota kerasukan di malam hari dan menjadi chaos, lalu sebuah sosok Genderuwo besar berjalan-jalan di tengah kota. Kamu juga bisa membuka lokasi baru dengan menjalankan side quest dari para NPC.

Sayangnya, tidak ada pilihan untuk menjelajahi mode semi-open world ini lagi saat kita sudah menamatkan gamenya, jadi gamers bonus288 harus memiliki save data di salah satu slot, jika kita hanya mau sekedar iseng mengitari daerah tersebut dan memotret beberapa hal menarik.

Gameplay baru yang menarik dan seru


Sumber: Dok. KotakGame
Jika pada Dreadout seri pertama, dari awal sampai terakhir, kita bertarung melawan hantu hanya dengan menggunakan kamera dari iRisphone milik Linda saja. Kali ini Linda dapat melakukan serangan menggunakan senjata seperti pisau, kapak ataupun sebuah keris, serta bisa memberi efek stun kepada hantu dengan menggunakan flash. Ponsel Linda juga kali ini tak hanya berguna untuk melihat galeri saja, tapi bisa untuk melihat inventory, menyimpan catatan, dan bahkan memesan ojek online untuk berpindah tempat antar map.


Sumber: Dok. KotakGame
Kali ini juga saat memotret dengan menggunakan kamera, ponsel Linda akan memiliki jeda beberapa detik untuk bisa memotret lagi, jadi lebih menantang karena kamu tidak bisa melakukan serangan beruntun. Pada saat mode survival, kamu bisa menggunakan combo dengan melakukan stun kepada target hantu lalu serang dengan senjata mu, bahkan saat dalam efek stun, kamu bisa memicu serangan spesial dengan melakukan serangan di jarak yang dekat.


Sumber: Dok. KotakGame
Namun, kali ini, saat Linda mati, tidak lagi digambarkan dalam posisi kesurupan dan harus berlari ke cahaya untuk mengembalikan kesadarannya, kali ini Linda benar-benar mati jika darahmu habis diserang musuh atau bahkan tertabrak kendaraan yang lewat. Pastinya kamu harus mengulang kembali di checkpoint sebelumnya jika kamu mati.


Sumber: Dok. KotakGame
Tapi, untuk soal bar darah, Dreadout 2 masih menggunakan cara lama, dengan tampilan layar lama kelamaan warnanya semakin pudar, jika sampai tidak ada warnanya, berarti Linda dalam keadaan sekarat. Kamu bisa memperhitungkan persentase darah ini dengan melihat musuh yang menyerang, jika musuh biasa, pastinya hanya akan menurunkan sedikit darah, tapi jika yang menyerang berukuran besar atau boss pastinya serangannya sangat sakit. Tapi, kali ini tidak ada fitur seperti jimad untuk menambahkan stats, hanya ada senjata seperti keris yang dapat memberi efek lifesteal.


Sumber: Dok. KotakGame
Sayangnya, gameplay ini justru terasa semakin menurun kesulitannya saat di akhir, malahan di awal, memotret beberapa hantu sangat sulit dilakukan, karena terlalu lincah dibanding pergerakan Linda yang cukup lamban dalam posisi ini. Tapi, saat mencapai penghabisan apalagi setelah mendapat senjata keramat yang memiliki efek lifesteal, semua musuh terasa sangat mudah dikalahkan meski itu boss sekalipun.


Sumber: Dok. KotakGame
Tapi, meski begitu, beberapa event memang tampaknya terinspirasi dari game terkenal seperti Outlast saat kita menjalankan Quest di Rumah Sakit dan harus meemanfaatkan beberapa benda untuk bersembunyi. Kemudian, saat kota telah chaos dengan para entitas astral yang mengamuk, memang tampaknya terinspirasi dari salah satu misi di gorong-gorong pada game Resident Evil 2 Remake. Semuanya tampak seru, karena dibuat dengan versi Dreadout 2 yang juga tak kalah kualitasnya.

Tidak ada Jump Scare namun tetap sangat menakutkan


Sumber: Dok. KotakGame
Patut kita setujui bersama, Jump Scare bukanlah hal yang membuat ketakutan, namun hanya mengagetkan. Itulah yang kali ini disadari oleh Digital Happiness bahwa Jump Scare hanya membuat game horor menjadi seperti game kacangan. Dreadout 2 kali ini hanya menggunakan satu adegan semi Jump Scare saat Linda diajari oleh seorang guru hantu, karena disorot dari jauh dan tidak terlalu mengagetkan, justru adegan tersebut hanya sebagai jembatan untuk mengubah atmosfer dari biasa menuju horor.


Sumber: Dok. KotakGame
Dreadout 2 memang mencoba bermain dengan psikologi para pemainnya dengan menghadirkan kengerian dan keseraman dengan menekankan pada nuansa serta atmosfer. Seperti membuat keadaan begitu hening yang ditambah dengan suara-suara geraman atau nyanyian tradisional Jawa yang membuat siapapun pasti akan merinding.


Sumber: Dok. KotakGame
Saat membuat adrenalin memuncak, Dreadout pun mencoba dengan memainkan musik seram yang bertempo cepat, membuat jantung tiap pemainnya akan berdegup kencang. Dreadout 2 memang mencoba menghadirkan adegan horor berkelas dan itu sangat berhasil.

Kesimpulan

Dreadout 2 adalah sebuah sekuel dengan improvisasi yang bagus dari segi fitur dan mode yang beragam. Bahkan hadirnya semi-open world, penempatan komedi satir serta banyaknya kritik sosial yang tersaji dalam satu game, bisa dibilang pilihan yang sangat jenius untuk sebuah game horor.

Kemudian peningkatan grafis yang kualitasnya meningkat juga sangat terasa dan membuat game menjadi semakin berkelas. Lalu, desain latar yang sangat disesuaikan dengan realita yang ada di Indonesia juga patut diacungi jempol. Tapi, jika kamu mencari game horor dengan grafis setara dengan The last of Us ataupun Resident Evil 2 Remake, kamu salah pilih game.

Namun, sayangnya Digital Happiness harus kembali berbenah dalam hal pengecekan game, karena beberapa bug yang hadir bisa dibilang cukup mengganggu dan fatal karena membuat progress game menjadi tidak berjalan. Untungnya, persiapan awal yang kurang matang mampu dibalas dengan kerja yang sigap dengan segera memberikan hot fix.

Dari keseluruhan yang ada dalam Dreadout 2, Bonus288 sendiri sangat merekomendasikan game ini, selain untuk mendukung produk anak bangsa, game ini juga sangat menyenangkan untuk dimainkan, khususnya untuk gamers bonus288 orang Indonesia, game ini sangat menghibur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: