Ini Dia 5 Fakta Tentang Assassin’s Creed Valhalla

Pada akhir bulan April 2020 lalu, Ubisoft akhirnya resmi mengumumkan seri Assassin’s Creed Valhalla. Berbeda dengan seri Assassin’s Creed sebelumnya, seri Valhalla ini akan mengambil latar tempat di era Viking kuno.

Walau sudah membagikan trailer perdana dan sejumlah informasi, tapi Ubisoft masih menyimpan rapat segala informasi penting, khususnya informasi gameplay.


Hal tersebut tentu membuat banyak gamer yang penasaran akan seperti apa games Assassin’s Creed Valhalla. Nah berikut ini bonus288 telah merangkum beberapa fakta menarik yang bisa kamu ketahui dari seri Assassin’s Creed yang ke-13 tersebut. Yuk simak sama-sama.

Timeline Valhalla Berada Setelah Origins dan Sebelum Assassin’s Creed Pertama
Jika kamu mengikuti waralaba Asssassin’s Creed pasti mengetahui kalau sejak seri Origins menjadi seri yang memiliki latar lokasi tertua yang pernah ada. Di mana Origins berada di Mesir akhir periode Ptolemaic pada tahun antara 49 dan 47 sebelum masehi.

Valhalla berada di Inggris pada abad kesembilan. Sedangkan Assassin’s Creed pertama yang mengisahkan petualangan Altair berada di Yerusalem, Damaskus pada tahun antara 1191 hingga 1193.


Latar belakang Valhalla bermula ketika wilayah Norwegia mengalami musim dingin yang panjang dan sumber daya yang semakin menipis. Hal tersebut membuat bangsa Viking, termasuk karakter protagonis Eivor melakukan perjalanan ke Inggris untuk menemukan tempat baru untuk dihuni.

Mirip Assassin’s Creed Odyssey
Ubisoft menyebutkan kalau Assassin’s Creed Valhalla akan kembali mengusung gameplay open world dengan memiliki elemen politik, pilihan, dan dua karakter. Sedangkan karakter Eivor akan bisa dapat direpresentasikan sebagai karakter pria atau wanita.


Ini membuat Valhalla mirip seperti seri Odyssey yang memiliki elemen yang sama. Di mana satu karakter akan menjadi pemimpin dari klannya. Serta pilihan dan aliansi politik yang dijalani akan mengarahkan pada alur cerita berbeda-beda. Semoga Ubisoft bisa memberikan banyak dampak alur cerita yang menarik dari setiap pilihan yang ambil dalam Valhalla.

Map Lebih Luas dari Odyssey
Baru-baru ini Ubisoft dikabarkan memberikan sedikit bocoran mengenai arena permainan atau map Assassin’s Creed Valhalla. Produser Assassin’s Creed Valhalla, Julien Laferriere mengaku bahwa Valhalla akan menyajikan arena permainan yang didominasi oleh daratan.

Menyoal ukurannya, ukurannya akan sedikit lebih luas dibandingkan Assassin’s Creed Odyssey. Namun Julien menyebutkan belum memiliki ukuran persisnya, tapi ia mengatakan kalau Valhalla tidak hanya menyajikan daratan Inggris tapi juga Norwegia.


Jika dibandingkan, Assassin’s Creed Odyssey menjadi seri yang terluas kedua dengan ukuran 130 KM persegi. Hal ini disebabkan dominasi daratan yang menjadi replikasi peradaban kawasan Yunani Kuno. Sedangkan di posisi pertama diduduki oleh Assassin’s Creed Black Flag yang punya luas 235 Km persegi, karena luas ini didominasi oleh perairan atau lautan.

Kembalinya Hidden Blade


Penggemar Assassin’s Creed pastinya rindu akan permainan stealth yang memang menjadi ciri khas waralaha tersebut. Nah dalam Valhalla, Ubisoft memastikan kalau fitur “one hit kill” hadir kembali dengan menggunakan Hidden Blade. Namun karena Valhalla mengusung konsep RPG yang memiliki sistem level, sehingga pemain tidak bisa langsung membunuh lawan terlebih lawan dengan level-nya di atasnya.

Assassin’s Creed Valhalla – bonu288


Tapi jika pemain memiliki jiwa bar-bar, maka Valhalla juga menyediakan berbagai macam senjata yang memungkinkan pertempuran secara langsung. Pemain akan bisa menggunakan senjata seperti menggunakan dual wielding dengan kapak atau dengan pedang dan perisai.

1. Timeline Valhalla Berada Setelah Origins dan Sebelum Assassin’s Creed Pertama

Jika kamu mengikuti waralaba Asssassin’s Creed pasti mengetahui kalau sejak seri Origins menjadi seri yang memiliki latar lokasi tertua yang pernah ada. Di mana Origins berada di Mesir akhir periode Ptolemaic pada tahun antara 49 dan 47 sebelum masehi. Valhalla berada di Inggris pada abad kesembilan. Sedangkan Assassin’s Creed pertama yang mengisahkan petualangan Altair berada di Yerusalem, Damaskus pada tahun antara 1191 hingga 1193.


Latar belakang Valhalla bermula ketika wilayah Norwegia mengalami musim dingin yang panjang dan sumber daya yang semakin menipis. Hal tersebut membuat bangsa Viking, termasuk karakter protagonis Eivor melakukan perjalanan ke Inggris untuk menemukan tempat baru untuk dihuni.

2. Mirip Assassin’s Creed Odyssey

Ubisoft menyebutkan kalau Assassin’s Creed Valhalla akan kembali mengusung gameplay open world dengan memiliki elemen politik, pilihan, dan dua karakter. Sedangkan karakter Eivor akan bisa dapat direpresentasikan sebagai karakter pria atau wanita.


Ini membuat Valhalla mirip seperti seri Odyssey yang memiliki elemen yang sama. Di mana satu karakter akan menjadi pemimpin dari klannya. Serta pilihan dan aliansi politik yang dijalani akan mengarahkan pada alur cerita berbeda-beda. Semoga Ubisoft bisa memberikan banyak dampak alur cerita yang menarik dari setiap pilihan yang ambil dalam Valhalla.

BACA JUGA : SELESAI JOGING, NIKMATI PERMAINAN BONUS288

3. Map Lebih Luas dari Odyssey

Baru-baru ini Ubisoft dikabarkan memberikan sedikit bocoran mengenai arena permainan atau map Assassin’s Creed Valhalla. Produser Assassin’s Creed Valhalla, Julien Laferriere mengaku bahwa Valhalla akan menyajikan arena permainan yang didominasi oleh daratan.

Menyoal ukurannya, ukurannya akan sedikit lebih luas dibandingkan Assassin’s Creed Odyssey. Namun Julien menyebutkan belum memiliki ukuran persisnya, tapi ia mengatakan kalau Valhalla tidak hanya menyajikan daratan Inggris tapi juga Norwegia.

Jika dibandingkan, Assassin’s Creed Odyssey menjadi seri yang terluas kedua dengan ukuran 130 KM persegi. Hal ini disebabkan dominasi daratan yang menjadi replikasi peradaban kawasan Yunani Kuno. Sedangkan di posisi pertama diduduki oleh Assassin’s Creed Black Flag yang punya luas 235 Km persegi, karena luas ini didominasi oleh perairan atau lautan.

4. Kembalinya Hidden Blade

Penggemar Assassin’s Creed pastinya rindu akan permainan stealth yang memang menjadi ciri khas waralaha tersebut. Nah dalam Valhalla, Ubisoft memastikan kalau fitur “one hit kill” hadir kembali dengan menggunakan Hidden Blade.

Namun karena Valhalla mengusung konsep RPG yang memiliki sistem level, sehingga pemain tidak bisa langsung membunuh lawan terlebih lawan dengan level-nya di atasnya.

Tapi jika pemain memiliki jiwa bar-bar, maka Valhalla juga menyediakan berbagai macam senjata yang memungkinkan pertempuran secara langsung. Pemain akan bisa menggunakan senjata seperti menggunakan dual wielding dengan kapak atau dengan pedang dan perisai.

5. Ada Banyak Mini Game

Assassin’s Creed Valhalla tidak hanya akan berfokus terhadap alur cerita dan gameplay yang mengagumkan. Tapi Ubisoft juga akan memasukan banyak elemen mini games yang membuatnya tidak cepat bosan.

Selain berburu, pemain juga akan bisa melakukan beragam aktivitas lain, seperti; memancing, berlomba minum bir, dan beberapa kegiatan lain yang identik dengan gaya bangsa Viking. Selain itu, munculnya kapal pada salah satu screenshot Assassin’s Creed Valhalla mengindikasikan kalau pertempuran antar kapal seperti Blackflag akan kembali hadir di Valhalla.

Nah itu dia beberapa fakta menarik dari Assassin’s Creed Valhalla yang bisa sobat bonus288 ketahui. Rencananya, Assassin’s Creed Valhalla akan rilis pada tanggal 15 Oktober 2020 mendatang. Tidak sabar kan untuk memainkannya? Ikuti terus bonus288 agar kamu tak ketinggalan info tentang dunia games.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: