Obat Herbal Indonesia Apakah Bisa Menjadi Vaksin Corona Virus

Disela sela bermain game bonus288 sering muncul beberapa iklan yang menawarkan produk herbal pengobatan penyakit corona virus, apakah produk dari iklan tersebut benar? Mari kita bahas lebih dalam.

Dalam menghadapi corona virus, saat ini banyak masyarakat yang beralih ke tanaman herbal untuk dibuat ramuan herbal. Karena dipercaya tanaman herbal bisa tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat menangkal dari datangnya corona virus .

Walaupun sangat disayangkan pengembangan tanaman herbal asal Indonesia hanya sebagai antioksidan atau mencegah penyakit biasa. Atau hanya sebatas sebagai bahan alami penjaga daya tahan tubuh.

Menurut Bapak Tri Handoko selaku Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memberikan pernyataan bahwa LIPI telah mengembangkan berbagai macam jenis suplemen yang bahannya berasal dari tanaman herbal Indonesia.

Selain LIPI Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang melakukan riset yang terbuat dari bahan alam Indonesia untuk dijadikan obat herbal yang memiliki standar nasional. Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT memiliki pendapat obat yang berfungsi penyembuh membutuhkan waktu yang tidak singkat dalam mengembangkannya hal ini perlu uji coba laboratorium berulang kali untuk menghasilkan hasil yang optimal.

BPPT juga melakukan pendataan berbagai jenis tanaman herbal yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi suatu obat herbal. Beberapa contoh tanaman herbal tradisional seperti sambung nyawa dan daun kelor sedang dalam tahap penelitian kandungan khasiatnya untuk dikembangkan lagi jadi obat herbal.

Sehubungan dengan merebaknya wabah corona virus, sekarang sangat ramai diperbincangkan khasiat dari ramuan empon-empon atau ramuan herbal yang terbuat dari bahan jahe, temulawak, dan kunyit dimana katanya berkhasiat dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Menteri Riset dan Teknologi juga meminta BPPT untuk menguji secara ilmiah khasiat dari ramuan herbal empon-empon tersebut dan diharapkan dalam jangka pendek bisa ditemukan lagi obat-obat ramuan herbal yang dapat digunakan sebagai peningkat daya tahan tubuh.

Begitu juga yang pernah diungkapkan Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Ibu Yenny Meliana. beliau menyatakan bahwa suplemen daya tahan tubuh sudah dihasilkan oleh peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI berupa sebuah tablet hisap pace yang berasal dari ekstrak mengkudu. Tanaman herbal ini juga berfungsi sebagai antioksidan dan antihipertensi.

Sedangkan Kalau untuk antivirus memang belum ada ditemukan oleh LIPI. Badan LIPI juga menghasilkan suplemen kapsul curcumin (kunyit) yang memiliki fungsi untuk antioksidan dan seterusnya akan dikembangkan ke arah antivirus.

Bahan alam tersebut masih dalam riset dan tahap kerja sama terhadap pengembangan dengan pihak industri seperti Nucleus Farma. LIPI berharap untuk ke depannya pemanfaatan sumber bahan alami Indonesia sebagai suatu tindakan preventif (pencegahan) atau kuratif (pengobatan) bisa lebih dikenal. Dampak positipnya dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat selama ini. Karena  bahan baku obat yang ada di Indonesia hampir 90% berasal dari impor.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) meminta agar lembaga riset untuk aktif lebih dulu menemukan suplemen penjaga daya tubuh dalam menghadapi corona virus.Baru Setelahnya dilakukan dalam jangka panjang mengadakan riset pengembangan vaksin corona dan diharapkan suplemen penguat daya tahan pasien penderita corona bisa ditemukan juga.

Kesimpulan yang didapat bahwa ramuan lokal Indonesia belum bisa dijadikan secara pasti sebagai vaksin COVID-19 atau corona virus yang ada hanyalah suplemen peningkat daya tahan tubuh. Sebagai upaya preventive atau pencegahan terhadap corona virus dan apabila kamu belum pernah mencoba ramuan herbal tersebut kamu bisa mencoba meraciknya dirumah.

%d bloggers like this: